10 Fakta Menarik Diwali, Perayaan Yang Jatuh Hari Ini 4 November

10 Fakta Menarik Diwali, Perayaan Yang Jatuh Hari Ini 4 November

Tahun ini perayaan Deepavali atau yang juga dikenal sebagai Diwali, adalah perayaan terbesar dan terpenting di India. Nama festival ini berasal dari deretan kata “Deep” dan “Avali” yang berarti lampu tanah liat yang dinyalakan orang India di luar rumah mereka. Ritual ini untuk mewakili cahaya batin yang melindungi mereka dari kegelapan spiritual.

Diwali juga merupakan acara yang memperingati nirwana Dewa Mahavira, atau kebangkitan spiritual, pada tanggal 15 Oktober 527 SM di Jainisme, dan pembebasan dari penjara Guru Hargobind Ji, Guru Sikh keenam, dalam Sikhisme. 

Festival ini juga diamati oleh umat Buddha di India. Diwali adalah perayaan awal yang baru dan kemenangan kebaikan atas kejahatan dan cahaya atas kegelapan, yang bagi sebagian orang juga sesuai dengan panen dan awal tahun baru.

Festival ini berlangsung setiap tahun antara Oktober dan November, dengan tanggal pasti bervariasi dari tahun ke tahun. Perayaan ini akan dirayakan selama lima hari tahun ini, dari 2 hingga 6 November, dengan hari libur utama adalah 4 November. Berikut penjelasan mengenai Demikianlah penjelasan mengenai 10 Fakta Menarik Diwali, Perayaan Di India Yang Jatuh Hari Ini 4 November.

10 Fakta Diwali

Fakta Diwali

1. Festival Terjadi Pada Malam Saat Tidak Ada Bulan

Petasan dinyalakan dan lampu diletakkan di dinding dan pintu rumah untuk merayakan Diwali, yang jatuh di bulan Karthik kalender Hindu dan berlangsung di amavasya (malam tanpa bulan). Peristiwa ini menandai kembalinya Rama dan Sita ke Ayodhya setelah empat belas tahun pengasingan. Penduduk Ayodhya dikatakan telah menyalakan ribuan Diyas untuk menyambut mereka kembali (lampu tanah liat). Prakteknya masih berlangsung.

2. Diwali Bagian Dari Perayaan Keagamaan

Festival ini adalah acara keagamaan Hindu yang dimulai di India. Diwali umumnya dianggap sebagai perayaan Hindu, namun juga diamati oleh Sikh dan Jain.

3. Diwali Dirayakan Selama Lima Hari.

Diwali adalah festival tahunan yang berlangsung selama lima hari dan menandai dimulainya Tahun Baru Hindu. Tanggal pasti dikendalikan oleh posisi bulan setiap tahun, tetapi biasanya jatuh antara Oktober dan November.

4. Gunakan Lampu Dyas Untuk Mendekorasi Rumah

Dalam bahasa Sansekerta India kuno, kata Diwali (atau sering disebut Deepavali) berarti “garis cahaya”. Orang-orang menghiasi rumah mereka dengan diyas (lampu dan lampu minyak) selama acara ini.

5. Penghormatan Kepada Dewi Laksmi

Diwali adalah festival Hindu yang menghormati Lakshmi, dewi kekayaan Hindu. Lampu dianggap membantu masuknya Lakshmi ke rumah-rumah penduduk, membawa kemakmuran ke tahun mendatang.

6. Perayaan Hari Kemenangan

Perayaan ini memperingati kemenangan kebaikan atas kejahatan, dan dikaitkan dengan beberapa legenda berdasarkan konsep ini. Umat ​​Hindu di India utara memperingati para dewa (dewa) Rama dan Sita kembali ke rumah di kota Ayodhya setelah membunuh raja jahat Rahwana.

7. Penghancur Kekuatan Jahat

Selama perayaan ini, umat Hindu Bengal menyembah dewi Kali, yang menghilangkan kekuatan jahat. Kemenangan Sri Krishna atas Raja Narakaasura yang jahat juga dirayakan di Nepal (sebuah negara yang berbatasan dengan India timur laut).

8. Hari Reuni Keluarga

Namun, ini bukan hanya tentang cahaya dan legenda. Diwali adalah acara meriah untuk merayakannya bersama teman dan keluarga! Orang-orang bertukar hadiah dan permen, berpartisipasi dalam pesta yang lezat, menonton kembang api, dan mengenakan pakaian baru. Saatnya merapikan dan merapikan tempat.

9. Gambar Rangoli Untuk Menyambut Para Dewa

Rangoli adalah praktik populer yang melibatkan pembuatan pola yang indah dengan bubuk dan bunga berwarna. Untuk menyambut para dewa dan membawa keberuntungan, orang menggambar rangoli di lantai dekat pintu depan.

10. Umat Hindu Dari Seluruh Dunia Berkumpul Di Tempat Ibadah

Ribuan orang di negara-negara di seluruh dunia sekarang berpartisipasi dalam perayaan yang menarik ini. Selama Diwali, umat Hindu yang tinggal di luar India berkumpul di mandir, atau kuil pemujaan, untuk membuat persembahan kepada para dewa, menonton kembang api, dan berbagi makanan lezat.

Originally posted 2021-11-04 15:22:24.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.